Minggu, 24 Maret 2013

Cara Membuat Kue Lapis Beras Mantap



Resep Kue Lapis - Memerlukan sedikit ketelatenan membuat lapisan demi lapisan, warna-warni kue lapis ini mengundang selera siapapun yang melihatnya. Bila dibuat potongan kecil, kue ini layak disajikan sebagai hidangan finger food kue tradisonal Indonesia. berikut resepnya Cara Membuat Kue Lapis Beras Mantap.

Bahan-bahan :

  • 100 gr tepung sagu
  • 275 gr tepung beras
  • 300 gr gula pasir
  • 1 sdt garam
  • 1,5 ltr santan
  • 3 lbr daun pandan
  • 6 lbr daun jeruk purut
  • Pewarna merah, secukupnya
  • Pewarna hijau secukupnya.


Cara membuat Kue Lapis :


  1. Masak santan, daun pandan dan daun jeruk sambil diaduk-aduk hingga mendidih. Angkat, dinginkan.
  2. Taruh dalam wadah, tepung beras, tepung sagu, garam dan gula pasir, aduk rata, tuangi santan  matang sedikit demi sedikit sampai santan habis sambil diuleni, hingga menjadi adonan encer.
  3. Bagi adonan menjadi 3. 1 bagian diberi warna merah, satu bagian diberi warna hijau dan satu bagian lagi biarkan putih.
  4. Siapkan loyang ukuran 18x18x8cm, poles denga minyak sayur tipis saja, paling bawah dialas plastic. Beri adonan putih, lk. 100ml. kukus dalam dandang yang sudah banyak uap selama 10 menit.
  5. Tuang lagi 100ml adonan hijau, kukus 10 menit, tuang lagi 100ml adonan merah, kukus 10 menit. Begitu seterusnya hingga adonan habis. Terakhir kukus 20 menit. Angkat. Dinginkan. Keluarkan dari loyang, potong-potong.


Hati-hati Menggunaan Sabun di Bagian Intim Wanita



Ada bakteri sehat di area intim wanita. Membersihkan area tersebut dengan sabun sama dengan Anda mematikan bakteri baik. Sebuah penelitian dari University of California, Los Angeles, sabun akan merusak jaringan di area intim. Kondisi ini memicu seorang wanita terkena penyakit herpes, chlamydia dan HIV.

Studi yang dilakukan oleh Joelle Brown mengatakan, terdapat bukti bahwa penggunaan produk intim dapat meningkatkan bakteri vaginosis. Tim Dr,Brown telah mengumpulkan 141 wanita di Los Angeles yang setuju untuk menjawab kuisoner mengenai produk yang mereka gunakan dan mengikuti tes untuk infeksi vaginal.

Peneliti menemukan bahwa 66 persen wanita melaporkan bahwa mereka menggunakan lubrikasi dan pembersih daerah intim. Produk yang paling sering digunakan pun adalah produk lubrikasi seksual, dimana 70 persen menggunakan produk lubrikasi komersial, 17 persen menggunakan petroleum jelly dan 13 persen menggunakan minyak.

Hasil peneltian dalam jurnal Obstetrics and Gynaecology, wanita menggunakan produk bukan untuk bagian intim seperti minyak dan vaseline, lebih rentan terkena infeksi bakteri.
Melansir Daily Mail, pada dasarnya, daerah intim wanita memiliki bakteri baik yang dapat melawan infkesi dan virus, penggunaan cairan pembersih menjadikan pH pada daerah intim wanita akan terganggu. Sehingga perlindungan akan daerah intim wanita akan mati seiring dengan matinya bakteri baik.

Sumber : viva.co.id

Penyebab 2,3 juta Kematian Tertinggi di Dunia Adalah Garam



Sebuah studi terbaru dari Harvard Medical School mengaitkan asupan garam berlebih, dengan kematian 2,3 juta orang di seluruh dunia pada 2010. Kematian ini akibat serangan jantung, stroke dan penyakit lainnya yang berhubungan dengan jantung.

Seperti dikutip dari HealthDayNews, penelitian hanya menunjukkan hubungan antara asupan garam dan sakit jantung, bukan hubungan sebab-akibat di antara keduanya. Menurut para peneliti, kematian akibat  penyakit jantung sebesar 15 persen dari semua kematian tahun itu. 

Dari 2,3 juta kematian, satu juta orang atau 40 persen dianggap prematur, atau individu yang meninggal dunia di usia 69 tahun atau lebih muda. Studi menemukan, pria lebih berisiko mati muda.

Ada beberapa negara dengan asupan garam tertinggi di dunia antara lain Ukraina, Rusia dan Mesir. Sementara negara-negara dengan tingkat kematian terendah yaitu Qatar, Kenya dan Uni Emirat Arab.

"Program pengurangan sodium yang komprehensif secara nasional dan global berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa," ungkap pemimpin riset Profesor Dariush Mozaffarian dari Harvard Medical School dan Harvard School of Public Health.